VIRAL ISU PEMANASAN GLOBAL, LANGKAH KECIL YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH GENERASI MILLENIAL
Dari Artikel Tempo.com pada pemberitaan terbaru (10/4/22) bahwa sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta mengeluarkan peringatan kepada masyarakat dunia untuk berhenti membuat persoalan yang berakibat ‘membakar planet’ tempat tinggal kita bersama dan mengajak masyarakat untuk berinvestasi dalam energi terbarukan yang melimpah di sekitar kita. Pesan ini disampaikan dalam laporan terbaru IPPC yang memperingati masyarakat dalam membatasi pemanasan global, sekarang atau tidak sama sekali, hingga 1,5 derajat celcius.Global Warming menjadi isu lingkungan yang sudah diprediksi sejak tahun 1996 oleh Intergovernmental Panel In Climate Change (IPPC). IPPC sendiri merupakan salah satu badan milik PBB untuk menguji ilmu yang berkaitan dengan perubahan iklim. Fakta menyebutkan bahwa saat ini terjadi isu iklim yang tidak menentu, banyaknya gunung es yang menghilang, terjadinya banjir rob, dan lainnya. Natural Resources Defence Council (NRDC) yang merupakan sebuah komunitas pecinta lingkungan dengan visinya memastikan hak semua orang atas udara bersih, air bersih, dan komunitas yang sehat menyebutkan bahwa pemanasan global merupakan sebuah proses peningkatan suhu udara yang disebabkan terperangkapnya panas di atmosfer oleh gas karbondioksida (CO2) yang mengakibatkan adanya perubahan iklim serta menimbulkan berbagai bencana pada permukaan bumi, seperti banjir, badai, kemarau, kebakaran hutan, dan lainnya.
Indonesia, negara kepulauan yang beriklim tropis menjadi negara yang merasakan cukup banyak perubahan baik iklim dan bencana alam. Negara yang terkenal dengan kekayaan alam yang berlimpah, hingga disebut sebagai ‘macan yang tertidur’ justru saat ini tidak masuk dalam 10 negara dengan penggunaan energi terbarukan untuk menahan pemakaian energi tidak terbarukan yang memiliki dampak cukup buruk bagi kandungan karbon di udara.
Polusi Udara di DKI Jakarta
Berdasarkan data terakhir di tahun 2017, Indonesia menempati urutan ke-5 (lima) dalam menyumbang gas rumah kaca serta menjadi negara dengan tingkat kontribusi terbesar emisi yang disebabkan penebangan hutan secara besar-besaran dan degradasi hutan tanpa adanya langkah reboisasi kembali. Efek rumah kaca yang saat ini menyebabkan cuaca yang tidak konsisten dan terus berada pada panca roba yang nantinya akan memberikan dampak pada permasalahan lain. Salah satu kota terpadat dan menghasilkan polusi terbanyak di Indonesia adalah DKI Jakarta.
Langit jakarta yang abu-abu, dipenuhi polusi, tidak ada awan, bahkan suhu di siang hari bisa mencapai 33-35 derajat celcius. Ini menandakan sudah meningkatnya emisi gas karbondioksida (CO2) dan zat yang mengganggu sistem pernapasan kita. Sebagai Ibu Kota, pastinya menjadi kota tempat berkumpulnya banyak kendaraan, baik di darat, laut, maupun udara. Namun kendaraan yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah Jakarta tergolong cukup banyak. Sebab 90% penggunaan energi di Indonesia berupa BBM dan pemakai terbanyak dari energi itu pada kendaraan.
Peran Generasi Milenial yang Saat ini dibutuhkan!
Sebagai anak muda dalam kelompok generasi millennial, permasalahan global warming menjadi isu yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Anak muda harus menjadi agen perubahan dalam hal apapun termasuk menyadarkan kepedulian masyarakat untuk melindungi dan menjaga alam bumi. Umur bumi yang semakin menua, justru seharusnya menjadi sebuah PR besar bagi kalangan anak muda dalam menggerakkan semangat kepedulian untuk bumi kita. Ada beberapa kegiatan yang semestinya sudah kita galakkan kepada masyarakat untuk menekan tingginya angka pemanasan global, dimana langkah kecil hingga besar ini akan dirasakan efek baiknya ke masyarakat juga.
Pertama, pemanfaatan teknologi dari rumah, dengan tidak menggunakan energi listrik secara berlebihan. Mungkin langkah ini terdengar sepele, namun jika langkah ini dikerjakan dengan konsisten maka dampak besar positif akan ditimbulkan. Tidak perlu dalam lingkup besar untuk menginformasikan gerakan hemat listrik ini, cukup dimulai dari rumah sendiri, kemudian ke para tetangga, saudara, serta mendokumentasikannya pada kanal sosial media untuk diketahui lebih banyak orang.
Kedua, mengurangi intensitas penggunaan kendaraan pribadi guna mengurangi polusi akibat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Mungkin banyak juga yang akhir-akhir ini menggunakan kendaraan ramah lingkungan, namun gerakan ini pun perlu adanya tahapan panjang, harga yang lebih mahal, sehingga tidak semua orang dapat memilikinya dalam waktu yang bersamaan. Sehingga langkah kecil yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan transportasi umum yang sudah tersedia, dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Langkah ini termasuk langkah yang asyik untuk dilakukan, sebab tak hanya mengurangi polusi udara, kita bisa berkenalan dengan orang baru di sekitar dan meningkatkan ekonomi negara.
Ketiga, Hapus email yang tidak penting di akun anda. Langkah ini sebenarnya menjadi peringatan khusus dalam waktu dekat ini. Dimana sejumlah ilmuwan iklim di Amerika Serikat yang berbondong-bondong turun ke jalan untuk memperingati warga bahwa bumi sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan jika tidak ada kepedulian kecil. Mengapa email? sebab semakin banyak seseorang dalam menumpuk jejak digital, maka ini menjadi langkah dalam menghasilkan jejak karbon jahat juga. Untungnya langkah ini sudah mulai diikuti oleh mayoritas masyarakat serta juga banyak peringatan dari sejumlah content creator yang membantu memberikan informasi untuk para pengikutnya.
Keempat, Menanam pohon di sekitar rumah dengan memanfaatkan tempat atau pekarangan kecil dan peralatan bekas di rumah. Pohon, menjadi makhluk hidup yang melakukan serangkaian cara atau disebut fotosintesis untuk mengubah gas karbon dioksida menjadi oksigen. Dengan adanya penanaman secara besar-besaran menjadi kunci perputaran gas kotor menjadi bersih di lingkup kecil seperti rumah. Dengan penanaman pohon juga, akan berdampak baik bagi kesehatan seseorang yang mungkin belum dirasakan pada waktu dekat karena efeknya akan dirasakan pada waktu yang mendatang.
Terakhir, Pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya adalah energi sinar surya. Kemunculan sinar matahari yang menjadi sebuah hal yang pasti dalam setiap harinya, dimana seharusnya menjadi sumber yang perlu dimanfaatkan. Memang harga pembelian awal dari pemasangan alat penyimpan cadangan energi matahari ini, namun pemasangannya menjadi suatu kebutuhan jangka panjang dan berdampak baik bagi lingkungan.
Pemanfaatan Energi Terbarukan Oleh Para Nelayan Kepulauan Seribu
Saat ini transportasi laut khususnya di daerah jakarta mulai disusun perencanaan dan beberapa sudah diaplikasikan pemanfaatan energi matahari bagi tenaga kapal. Perencanaan kapal tenaga surya ini sudah menjadi topik penelitian yang cukup banyak dibahas oleh mahasiswa teknik dan para ilmuwan Indonesia.
Salah satu sasaran di Kota Jakarta adalah pemakaiannya pada armada laut di daerah kepulauan seribu. Kepulauan seribu merupakan pulau-pulau kecil yang indah dan masih termasuk dalam wilayah DKI Jakarta. Beberapa pulau juga menjadi destinasi liburan yang sering dikunjungi oleh warga lokal hingga mancanegara, sehingga beberapa pulau besar di kepulauan seribu ditempati oleh banyak penduduk. Salah satunya Pulau Tidung yang dijuluki sebagai pulau ramah anak, sebab wilayahnya yang sempit, namun memanfaatkan tempat yang aman untuk liburan keluarga.
Kepada Anak Muda Indonesia
Ada banyak langkah lagi yang dapat kita lakukan guna meningkatkan rasa peduli terhadap bumi dan menekan angka peningkatan global warming. Namun yang sebenarnya paling utama dari segala langkah yang disebutkan adalah kegiatan kepedulian yang konsisten. Sebab bumi-lah yang menjadi satu-satunya planet tempat kita bernaung. Kerusakan alam yang terjadi bukan semata-mata karena takdir yang hadir, namun pasti ada sebuah jalinan kausalitas antara makhluk didalamnya yang juga berdampak pada bumi kita.Kepedulian tidak hadir dari dari orang lain, sebab rasa kepedulian hadir dalam setiap manusia yang sadar akan Hak dan tanggung jawabnya. Peduli terhadap alam merupakan salah satu kesadaran dari Hak dan Tanggung jawab. Karena hubungan kausalitas dari kerusakan dan perbaikan di bumi ditentukan pada setiap individu yang tergerak hatinya yang didasarkan pada pemikiran kritis dan fenomena yang ada disekitarnya. Tidak perlu dimulai dari lingkup besar, cukup sadar dengan diri sendiri dan lakukan dengan konsisten, karena tingkah laku baik pasti akan mengundang perhatian positif orang lain dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan yang lainnya tanpa kamu sadari.

Komentar
Posting Komentar